Media Jabodetabek

Loading

Program Pengolahan Kompos Organik Dapur Rumah Warga Jakarta

Program Pengolahan Kompos Organik Dapur Rumah Warga Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta meluncurkan gerakan pengelolaan sisa bahan makanan rumah tangga secara mandiri di tingkat rukun tetangga seluruh wilayah kota. Program Pengolahan Kompos Organik dapur ini dirancang untuk mengurangi volume sampah yang dibuang saban hari menuju Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang secara signifikan. Pemerintah membagikan wadah komposter khusus serta cairan pengurai alami secara gratis kepada ribuan keluarga yang mendaftar dalam program pemilahan sampah ini. Warga diajarkan tata cara mengolah sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering menjadi pupuk kaya nutrisi yang sangat berguna bagi tanaman hias.

Prosedur pengomposan diawali dengan memisahkan sisa bahan dapur basah dari sampah plastik atau anorganik lainnya di dalam wadah pemilahan keluarga. Sisa makanan dicacah secara sederhana lalu dicampur dengan cairan pengurai sebelum dimasukkan ke dalam wadah komposter kedap udara milik masing-masing keluarga. Penerapan Program Pengolahan sisa bahan dapur ini terbukti berhasil menghilangkan bau tidak sedap yang biasa ditimbulkan oleh tumpukan sampah basah di depan rumah. Dalam waktu tiga hingga empat minggu, sisa bahan makanan tersebut telah berubah bentuk menjadi pupuk organik padat dan cairan pupuk alami bermutu tinggi.

Hasil olahan pupuk ramah lingkungan ini dimanfaatkan warga untuk menyuburkan tanaman sayur dan buah di area perkebunan perkotaan lahan sempit milik lingkungan setempat. Kehadiran gerakan Kompos Organik Dapur Rumah Warga Jakarta ini menciptakan lingkungan pemukiman yang jauh lebih bersih, asri, serta bebas dari bau sampah menumpuk. Hasil panen sayuran dari kebun perkotaan tersebut dapat dikonsumsi bersama oleh warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga harian secara hemat. Warga merasa senang karena dapat menghemat pengeluaran belanja pupuk harian sekaligus menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka dari penumpukan sampah.

Kader PKK di setiap kelurahan berperan aktif sebagai pendamping teknis yang memantau keberhasilan proses pengomposan di setiap rumah warga secara berkala. Perlombaan lingkungan bersih dan hijau diselenggarakan secara rutin untuk memberikan apresiasi kepada wilayah rukun warga yang berhasil mengolah sampah dapur paling terbanyak. Semangat gotong royong warga menguat seiring tingginya kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan kota dari tingkat rumah tangga masing-masing. Volume sampah harian yang diangkut oleh truk sampah menuju TPA kini mulai menurun secara bertahap di berbagai daerah kelurahan percontohan.

Gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari dapur rumah tangga ini terbukti menjadi solusi paling efektif dalam mengatasi masalah penumpukan sampah perkotaan ibu kota. Kebijakan ini akan terus diperluas hingga mencakup seluruh lingkungan kawasan pemukiman padat dan apartemen di seluruh pelosok kota Jakarta. Pemerintah mengajak seluruh warga kota untuk secara konsisten memilah sampah dari rumah demi menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. Jakarta kini melangkah pasti menuju kota hijau modern yang mengelola sampahnya secara mandiri, efisien, serta ramah lingkungan.