Tim Inafis Mengumpulkan Sidik Jari Pelaku di TKP Penemuan Mayat
Tim Inafis dari satuan reserse kriminal langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara secara terisolasi pasca penerimaan laporan temuan korban tak bernyawa. Pengamanan ketat dengan garis polisi dipasang di sekeliling area guna mencegah terkontaminasinya lokasi kejadian oleh kerumunan warga yang memadati sekitar lokasi. Setiap sudut ruangan diteliti secara presisi menggunakan peralatan forensik modern guna menemukan sekecil apa pun jejak fisik yang ditinggalkan oleh pelaku saat melancarkan aksinya.
Petugas teknis dari tim Inafis menyemprotkan cairan kimia khusus pada permukaan benda-benda keras di sekitar lokasi untuk memunculkan jejak laten yang tidak kasat mata. Proses ekstraksi jejak gesekan kulit tangan dilakukan pada gagang pintu, perabotan rumah, hingga sisa kemasan makanan yang ditemukan berserakan dekat jasad korban. Hasil pindaian jejak fisik tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sistem pemindai identifikasi otomatis untuk dicocokkan dengan basis data identitas kependudukan nasional secara real-time.
Proses pencarian jejak forensik ini membutuhkan tingkat ketelitian, kecermatan, dan kesabaran tinggi dari para personel medis dan penyidik yang bertugas di lapangan. Selain mencari jejak gesekan kulit, petugas juga mengumpulkan sampel serat pakaian, rambut yang terlepas, serta tetesan cairan biologis untuk pemeriksaan analisis DNA lebih lanjut. Seluruh material pembuktian fisik yang dikumpulkan dari lokasi kejadian dirangkai menjadi satu kesatuan rantai bukti yang sah demi mengungkap tabir kejahatan secara ilmiah.
Kepala satuan reserse menyatakan bahwa pembuktian ilmiah berbasis identifikasi forensik merupakan instrumen paling solid dalam mematahkan kebohongan terduga pelaku kejahatan saat pemeriksaan persidangan. Dengan adanya kesesuaian antara data jejak fisik di lokasi dan profil biologis tersangka, peluang pelaku untuk meloloskan diri dari tuduhan hukum akan tertutup rapat. Penyelidikan ilmiah ini menghindarkan aparat penegak hukum dari kesalahan tangkap serta menjamin kepastian peradilan yang berkeadilan tinggi bagi masyarakat.
Olah tempat kejadian perkara yang berlangsung selama beberapa jam tersebut akhirnya selesai dilakukan dengan aman, tertib, dan terkendali tanpa hambatan berarti. Seluruh barang bukti fisik kini disimpan dalam wadah steril khusus untuk dibawa ke laboratorium forensik markas besar kepolisian guna analisis mendalam lanjutan. Hasil uji laboratorium diprediksi akan keluar dalam kurun waktu beberapa hari ke depan guna mengarahkan tim pemburu untuk segera menangkap tersangka utama.


